Photobucket Photobucket 

javascript:void(0)
Share |
Photobucket Photobucket Photobucket
Buku Tamu
Penilaian Sikap
Senin, 10 Juni 2013
Penilaian sikap adalah penilaian yang diberikan guru terhadap sikap siswa tentang objek sikap tertentu. Sikap adalah kecenderungan seseorang untuk bertindak atau merespon dengan cara tertentu terhadap objek sikap tertentu. Kecenderungan bertindak ini dipengaruhi oleh faktor-faktor kognisi, afeksi, dan konasi dari sikap seseorang. Faktor kognisi sikap adalah pandangan atau persepsi, keyakinan atau kepercayaan, dan nilai-nilai tertentu seseorang terhadap objek sikap tertentu. Contohnya, jika seorang siswa yakin bahwa merokok dapat merusak kesehatan maka ia cenderung akan menolak untuk merokok. Faktor afeksi sikap adalah faktor perasaan dan emosi seseorang terhadap objek sikap tertentu. Perasaan ini bisa senan, suka tidak suka, cinta benci, berani takut, dan sebagainya. Jika seorang siswa tidak suka melihat orang merokok, maka ia punya kecenderungan untuk tidak merokok. Akhirnya, faktor konasi sikap adalah berupa kehendak atau niat untuk bertindak seseorang terhadap objek sikap tertentu. Ketika seorang siswa berkehendak menabung, maka ia dapat dikatakan mempunyai sikap yang positif terhadap perilaku menabung. Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa ada hubungan yang positif antar faktor kognisi, afeksi, dan konasi sikap dengan perilaku seseorang. Dengan demikian perilaku seseorang tersebutdapat dikatakan menunjukkan sikap-sikapnya terhadap objek sikap atau tindakan tertentu. Maka untuk menilai sikap seorang siswa terhadap objek belajar tertentu, seorang guru dapat melakukannya dengan mengamati perilaku murid terhadap objek tertentu, mewawancarai siswa untuk mengetahui pandangan subjektifnya terhadap objek tertentu, atau dengan memberikan kuesioner skala sikap yang dapat dinilai oleh siswa itu sendiri. Perlu disadari bahwa menilai sikap siswa sebagai sebuah kompetensi hasil belajar pada mata pelajaran tertentu tidaklah dapat dilakukan hanya dengan menilai sikap siswa pada umumnya, seperti sikap bersih, disiplin, jujur, hormat kepada guru, toleran kepada sesama siswa dan sejenisnya. Objek sikap siswa yang perlu dipertimbangkan dalam penilaian sikap siswa terhadap kompetensi yang dikembangkan dalam pembelajaran, sikap siswa terhadap isi materi pelajaran, sikap siswa terhadap muatan nilai-nilai yang terkandung dalam matei dan kompetensi hasil belajar, sikap siswa terhadap berbagai macam keterampilan yang dikembangkan dalam pembelajaran, dan sikap siswa terhadap guru mata pelajaran.
Karena itu, agar penilaian sikap siswa dalam mengikuti pembelajaran mata pelajaran tertentu dapat dilakukan denggan baik, maka perlu dipertimbangkan dan dilakukan langkah-langkah kerja sebagai berikut.
a. Tentukan objek sikap yang akan mendapat penilaian dari guru sesuai dengan tujuan-tujuan pembelajaran. Sebagai contoh, guru PKn mungkin perlu menilai perkembangan sikap nasionalisme siswa, sikap religius siswa, sikap demokratis siswa, sikap siswa terhadap penegakan hukum di Indonesia dan sebagainya.
b. Berikan definisi operasional terhadap variabel sikap dan objek sikap. Sebagi contoh, sikap siswa adalah kecenderungan perilaku siswa yang diindikasikan oleh persetujuan dan penolakannya terhadap objek tertentu. Nasionalisme adalah suatu pandangan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara lebih tinggi dari kepentingan pribadi, kelompok dan golongan.
c. Kembangkan kisi-kisi penilaian sikap.
d. Menetapkan teknik penilaian dan pengembangan instrumen penilaian,
  1. Observasi perilaku, menilai sikap siswa melalui observasi perilaku dilakukan jika guru meyakini bahwa sikap siswa terhadap objek tertentu memiliki kecenderungan kuat dimunculkan dalam perilaku. 
  2. Wawancara langsung, wawancara langsung dapat mengetahui pandangan subjektif siswa terhadap objektif sikap stertentu, seperti pandangannya, keyakinannya, nilai-nilainya, perasaan-perasaannya, dan kehendak atau niatnya. Contohnya, guru mungkin dapat mewawancarai siswa tentang sikapnya terhadap mengutamakan kepetingan banhsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. Di sini siswa dapat menunjukkan semua pandangan subjektifnya terhadap pernyataan tersebut. Guru perlu memiliki catatan atas hasil wawancara tersebut. 
  3. Laporan pribadi, seperti halnya hasil wawancara langsung, laporan pribadi yang menunjukkan pandangan subjektif siswa terhaadap ojek sikap siswa dapat digunakan untuk mengetahui dan menilai perubahan-perubahan sikap siswa ke arah yang positif dalam pembelajaran. Sebagi contoh, siswa diminta membuat laporan pribadi tentang pandangan subjektifnya terhadap kerusuhan antar kelompok warga yang terjadi dewasa ini di Indonesia misalnya. Dari ulasan yang diberikan siswa dalam laporan pribadinya terhadapmasalah tersebut dapatlah diketahui kecenderungan sikap siswa terhadap segresi sosial antar kelompok di dalam masyarakat.
sumber: Materi Pendidikan Dan Latihan Profesi Guru Universitas Pendidikan Ganesha

Label:

posted by admin @ 19.33  
0 Comments:
Poskan Komentar
<< ke depan
 
www.voa-islam.com
Previous Post
Archives
Links

© education Blogger Templates modified by blogger