Photobucket Photobucket 

javascript:void(0)
Share |
Photobucket Photobucket Photobucket
Buku Tamu
Karakteristik Pembelajaran Sistem STAD
Senin, 19 Juli 2010
Pelaksanaan cooperative learning harus diiringi pembekalan keterampilan melakukan kerja sama seperti berani bicara dan mengemukakan pendapat, bertanya, menghargai pendapat teman, memberi semangat pada teman untuk berbicara, tidak mendominasi pembicaraan kelompok, punya kemampuan argumentasi dan keterampilan yang dapat menunjang suksesnya strategi cooperative learning. Sedangkan untuk sistem pendekatan yang digunakan akan digunakan STAD dengan alasan lebih mudah diterapkan pada guru yang belum biasa menggunakan cooperative learning sehingga pada nantinya guru akan mengembangkan sistem pendekatan yang lainnya pada lain kesempatan.
Model cooperative learning sistem STAD merupakan salah satu tipe cooperative learning yang bertujuan mendorong siswa berdiskusi, saling bantu menyelesaikan tugas, menguasai dan pada akhirnya menerapkan keterampilan yang diberikan. Slavin (1995) mengemukakan ada 5 langkah pelaksanaan pendekatan ini, yaitu:


(1). Persiapan. 
Pada tahap ini guru memulainya dengan membenkan tujuan pembelajaran khusus, kemudian memotivasi rasa ingin tahu siswa tentang kandungan materi yang akan dipelajarai. Kemudian dilanjutkan dengan memberi apersepsi dengan harapan mengingatkan kembali pemahaman siswa akan materi prasyarat yang diperlukan,


(2). Penyajian Materi. 
Dalam mengem-bangkan materi pembelajaran perlu ditekankan hal-hal sebagai berikut :
(a) mengembangkan materi pembelajaran sesuai dengan apa yang akan dipelajari siswa dalam kelompok;
(b) menekankan bahwa belajar adalah memahami makna dan bukan sekadar hapalan; 
(c) memberi umpan balik sesering mungkin untuk mengontrol pemahaman siswa; 
(d) memberi penjelasan atau alasan mengapa jawaban itu benar atau salah dan 
(e) beralih pada materi berikutnya jika siswa telah memahami masalah yang ada,
(3). Tahap kerja kelompok. 
Pada tahap ini, siswa diberi kertas kerja sebagai bahan dipelajari dalam bentuk open-ended tasks. Dalam kerja kelompok ini siswa saring berbagi tugas, saling bantu menyelesaikan tugas dengan target mampu memahami materi secara benar. Salah satu kerja kerja dikumpulkan sebagai hasil kerja kelompok. Pada tahap ini guru harus mampu berperan sebagai fasilitator dan motivator kerja kelompok,

(4). Tahap tes individu.
Untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan belajar telah dicapai, diadakan tes secara individual atau quiz, mengenal materi yang telah dipelajari dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan open-ended tasks. Pada perhatian ini tes individu dilakukan pada akhir setiap pertemuan. Tujuannya agar siswa dapat menunjukkan pemahaman dan apa yang telah dipelajari sebelumnya. Skor yang diperoleh siswa per individu ini didata dan diarsipkan sebagai bahan untuk perhitungan skor kelompok. Berikut contoh lembar skor kuis untuk STAD.

(5). Tahap Penghargaan.
Penghargaan kelompok dilakukan dalam tahapan berikut ini:
1) Menghitung skor individu kelompok.
Nilai perkembangan individu dihitung berdasarkan selisih perolehan skor tes awal dan tes berikutnya, sehingga setiap anggota memiliki kesempatan yang sama untuk memberi sumbangan skor maksimal bagi kelompoknya. Menurut Slavin (1995). Kriteria perkembangan individu terhadap kelompok sebagai berikut :

  • Skor Tes jika lebih dari 10 poin di bawah skor dasar, nilai perkembangan adalah 5. 
  • Skor tes jika 10 poin hingga 1 dibawah skor dasar, nilai perkembangannya 20. 
  • Nilai sempurna (tidak berdasarkan skor awal), nilai perkembangannya 40. 

2) Penghargaan.
Skor kelompok dihitung berdasarkan rata-rata nitai perkembangan yang disumbangkan setiap kelompok. Berdasarkan rata-rata nilai perkembangan yang ditetapkan penghargaan kelompok, yaitu: (a) Kelompok dengan rata-rata skor 15, kelompok cukup baik.
(b) Kelompok dengan rata-rata skor 20, sebagai kelompok baik.
(c) Kelompok dengan rata-rata skor 30, sebagai kelompok sangat baik.
Dengan demikian kita berharap, kiranya para guru dapat menggunakan cooperative learning jenis STAD ini di dalam pembelajaran yang diampunya. Mari kita ubah paradigma mengajar dan pembelajaran yang kita lakukan untuk dapat memberi hasil yang terbaik untuk anak didik kita. Gurulah sesungguhnya dapat memainkan peranan

Label:

posted by admin @ 22.13  
0 Comments:
Poskan Komentar
<< ke depan
 
www.voa-islam.com
Previous Post
Archives
Links

© education Blogger Templates modified by blogger