Photobucket Photobucket 

javascript:void(0)
Share |
Photobucket Photobucket Photobucket
Buku Tamu
Kiat menjadi kreatif
Minggu, 18 Oktober 2009

Kiat menjadi manusia yang lebih kreatif

Pernah nonton film Mission Impossible? Film layar lebar yang dibintang oleh Tom Cruise itu sebenarnya sudah menjadi film seri yang diputar setiap minggu di sebuah TV swasta di tahun 1990-an. Satu hal yang menarik dari film tersebut, seimpossible apapun misi yang diemban oleh Ethan Hawk endingnya selalu saja mengisahkan keberhasilan.

Satu hal yang tak tergambarkan dengan jelas dalam film tersebut adalah kebiasaan para tokoh yang tergabung dalam film tersebut senantiasa memiliki plan A, plan B dan bahkan plan C sehingga misinya selalu berhasil.

Norman Vincent Pael, dalam bukunya menulis “You can if you think you can” (anda bisa jika anda berpikir anda bisa), sebuah kalimat yang memberikan motivasi besar kepada pembaca untuk optimis meraih hal-hal yang sesungguhnya bisa diraih.

Von Oech mengetengahkan sepuluh kebiasaan manusia kreatif, dimana tertulis “suka mencari jawaban kedua” sebagai kebiasaan pertama seorang yang kreatif. Menurut Oech, anda jangan hanya punya satu solusi yang berarti hanya punya satu pilihan. Kreatifitas meminta anda menemukan jawaban kedua yang mungkin lebih tepat. Kesuksesan Ethan Hawk dalam mengemban misi yang dianggap tidak mungkin dicapai itu adalah karena kebiasaan timnya untuk menyiapkan lebih dari satu solusi. Dan Norman (sahabat Ethan Hawk) menguatkanya dengan satu motivasi bahwa tidak satupun yang ad dihadapan manusia tidak bisa diraih.

Dan sudah dikodratkan bahwa manusia diberi beban oleh Tuhan tidak melebihi batas kesanggupannya, hanya masalahnya manusia seringkali memperturutkan hawa nafsunya, yang dalam hal ini adalah sifat malas, dan enggan berusaha keras, sehingga tampak didepannya seperti tembok raksasa yang mustahil ditembus.

Untuk menjadi manusia yang kreatif, Oech menambahkan, tidak cukup dengan memiliki satu kebiasaan diatas yakni suka berpikir lunak, dan kreatifitas adalah pengembangan hasil otak kiri yang bersikap keras terhadap ide oleh otak kanan yang lunak yang mengabaikan batasan dan lunak terhadap berbagai ide.

Kebiasaan ketiga adalah suka menggugat aturan, Jika aturan telah membatasi pilihan maka anda harus mencari tahu mengapa suatu aturan dibuat, mungkin alasan itu tidak relevan lagi. Mungkin sekarang ada pemecahan yang yang lebih efektif yaitu suka mencoba kemustahilan. Oleh karena itu jangan sekalipun pernah membuang ide sepintas yang kelihatan mustahil, hal ini perlu refleksi.

Toleran terhadap yang dilematis, adalah kebiasaan yang kelima. Dalam ide kreatif lahir dari suatu yang dilematis atau kepepet. Jarang muncul inovasi dari pola berpikir tunggal, linier dan pasti.

Dan yang keenam melihat kesalahan sebagai peluang, ada orang suka mencari aman dan menghindari dari kemungkinan salah atau gagal. Sesungguhnya kesalahan justru menempatkan kita memperoleh hal yang tak didapat bila melakukan dengan benar.

Orang yang sibuk melihat dunia dalamnya sendiri akan kehilangan banyak ide. Meninjau dunia luar adalah wahana meraih ide baru untuk dunia dalam kita. Maka dari itu, suka meninjau dunnnia luar sebaiknya menjadi kebiasaan tersendiri bagi orang kreatif. Selain itu, berani berpikir beda seolah menjadi ciri yang paling khas orang kreatif. Jadi beranilah pro terhadap hal yang tidak disetujui mayoritas walau tidak harus terlalu terbuka. Dalam hal ini, bukan berarti mengesampingkan kebenaran.

Dan terakhir disebutkan ole Oech, adalah senantiasa terbuka terhadap gagasan baru. Orang yang mengaku bukan orang yang kreatif berarti telah memasung diri sendiri. Ingatlah bahwa ide akan berkembang bila kita memberinya ruang.

Diadaptasi dari Buletin Al I’tibar, edisi 11/XII

posted by admin @ 12.23  
0 Comments:
Posting Komentar
<< ke depan
 
www.voa-islam.com
Previous Post
Archives
Links

© education Blogger Templates modified by blogger