Photobucket Photobucket 

javascript:void(0)
Share |
Photobucket Photobucket Photobucket
Buku Tamu
Kesalahan diagnosis anak gifted
Minggu, 17 Oktober 2010
Kesalahan diagnosis terhadapa anak gifted sangat mungkiin terjadi. Mereka seringkali tidak didiagnosis oleh guru, dokter, atau psikolog sebagai anak berbakat tinggi, mereka justru didiagnosis sebagai anak autis ringan, Attention Deficit Hiperactive Disorder, disleksia, kelambanan mental, atau gangguan perkembanan lainnya. Ini disebabkan anak gifted seringkali mempunyai karakteristik yang berpotensi untuk berperilaku yang menurut pandangan orang pada umumnya dipandang “negatif”. Ini terutama terjadi pada anak gifted yang kemampuan kreativitasnya sangat tinggi. Persepsi semacam ini karena mereka menunjukkan perilaku antara lain:

  1. Overaktif secara fisik atau mental
  2. Ceroboh dan sepele terhadap hal-hal yang dianggapnya tidak penting
  3. Pelupa dan suka berkhayal
  4. Kurang tertarik pada hal-hal kecil
  5. Penuntut
  6. Temperamental dan berperilaku tergantung mood yang ada dalam dirinya
  7. Tidak komunikatif, sinis, dan suka berargumentasi
  8. Suka menanyakan aturan, otoritas, dan aturan moral yang umum
  9. Kurang kooperatif dan suka menentang dominasi

Karena kecenderungan memiliki perilaku seperti itu, maka seringkali anak-anak semacam ini dimasukkan ke dalam katergori anak-anak dengan gangguan tertentu. Hingga tidak sedikit dari mereka yang mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan dari guru atau orang tua yang merasa terganggu oleh perilaku mereka ini. Akibatnya tidak jarang anak-anak berbakat tinggi (highly gifted), terutama bagi mereka yang kreativitasnya sangat tinggi, menjadi memiliki penghargaan diri (self-esteem) dan konsep diri (self-concept) yang rendah shingga mengalami kegagalan di sekolah.

Proses Pembelajaran Yang Sesuai
Ada sejumlah faktor penting yang harus diperhatikan dalam menyelenggarakan proses pembelajaran untuk anak gifted yang berkesulitan belajar ini, yaitu:

  1. Sangat penting memperhatikan perkembangan pada kemempuan yang menonjol , minat dan kapasitas intelektual anak ini dalam merencanakan proses pembelajarannya. Kesulitan belajar mereka agar tidak cenderung menjadi permanen sudah seharusnya menjadi pertimbangan penting untuk mengarahkan dan mendorong mereka memahami dan meningkatkan kemampuan yang dimiliki. Jadi guru hendaklah mencari cara untuk mengurangi kesulitan yang mereka alami dengan mengembangkan kemampuan yang mereka miliki.
  2. Program yang disediakan untuk mereka haruslah difokuskan pada hal-hal yang menjadi kelemahan mereka. Merka harus dibimbing untuk memahami kelemahan dan kelebihannya kemudian diarahka untuk menyadari cara yang tepat untuk mengurangi kesulitannya dalam belajar serta memupuk keberbakatannya. Para guru dan orang tua harus membantu anak-anak ini untuk membentuk konsep diri yang realistis dan sehat sehingga mereka dapat menerima segala kekurangan dan kelebihan yang dimilikinya. Mereka harus disadarkan bahwa mereka dapat mengembangkan cara alternatif dalam berfikir dan berkomunikasi serta dapat belajar sesuai dengan kelebihan yang dimilikinya.
  3. Anak dengan kelebihan ganda ini membutuhkan kurikulum yang tepat yang memperhatikan kebutuhan-kebutuhan mereka akan kebutuhan khusus bagi kedua keistemewaan tersebut. Kebutuhan ini berhubungan dengan keberbakatannya dan kelemahan atau kesulitannya yang spesifik. Jangan sampai perlakuan-perlakuan yang diberikan justru menghambat perkembangan dan pengekspresian keberbakatannya.

Peran Orang Tua
Orang tua adalah orang yang paling besar pengaruhnya terhadap perkembangan anaknya. Marker dan Udall (1997) memberikan alternatif yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk membantu anaknya yang gifted dan sekaligus berkesulitan belajar, yaitu:

  1. Orang tua harus menjadi pendorong yang efektif bagi anaknya. Oleh karena itu, orang tua harus mempelajari betul-betul keadaan dan karakteristik anaknya
  2. Carilah orang tua yang juga memiliki anak gifted dan sekaligus berkesulitan belajar agar bisa berbagi pengalaman. Dengan cara demikian diharapkan akan memperoleh cara-cara yang tepat untuk menangani anak
  3. Jika ada, kunjungilah lembaga terdekat yang memiliki program pendidikan khusus untuk anak gifted yang memiliki kesulitan belajar dan mintalah bantuan kepada lembaga tersebut
  4. Carilah terapis atau psikolog yang cocok dengan anak
  5. Orang tua sebaiknya terlibat secara aktif dan proaktif selama proses terapi
  6. Orang tua harus berusaha dengan maksimal untuk meningkatkan pemahaman akan kebutuhan anak agar bisa lebih mudah untuk menerima beberapa hal yang kontradiksi pada diri anaknya
  7. Terimalah keadaan anak apa adanya dan kenali betul-betul kelebihan dan kelemahannya
  8. Sediakan suasana lingkungan yang penuh kehangatana dan kasih sayang kemudian lakukanlah komunikasi atau diskusi dengan topik yang menarik bagi anak
  9. Sediakan permainan edukatif yang menarik bagi anak

Label:

posted by admin @ 11.28  
0 Comments:
Posting Komentar
<< ke depan
 
www.voa-islam.com
Previous Post
Archives
Links

© education Blogger Templates modified by blogger