Photobucket Photobucket 

javascript:void(0)
Share |
Photobucket Photobucket Photobucket
Buku Tamu
Penggolongan Strategi Belajar
Minggu, 05 Desember 2010
Strategi belajar dapat digolongkan menjadi beberapa cara.
Pertama, strategi belajar digolongkan atas atrategi utama dan strategi pendukung, atau strategi langsung dan strategi tak langsung. Strategi utama dipakai secara langsung dalam mencerna materi pembelajaran, sedangkan strategi pendukung dipakai untuk mengembangkan sikap belajar dan membantu pembelajar dalam mengatasi gangguan, kelelahan, frustasi dan sebagainya.
Kedua, strategi belajar dibedakan atas strategi kognitif dan strategi metakognitif. Strategi kognitif dipakai untuk mengelola mater pembelajaran agar dapat diingan untuk jangka waktu yang lama. Sedangkan strategi metakognitif adalah langkah yang dipakai untuk mempertimbangkan proses kognitif, seperti monitoring diri sendiri, dan penguatan diri sendiri.
Ketiga, strategi belajar dapat dapat juga digolongkan atas strategi sintaksis dan strategi semantik. Strategi sintaksis menggunakan kata fungsi, awalan, akhiran, dan penggolongan kata. Sedangkan strategi semantik berhubungan dengan obyek nyata, situasi, dan kejadian.
Sejumlah ahli menggolongkan pula strategi belajar atas strategi belajar sosial dan nonsosial. Strategi belajar sosial berkaitan dengan upaya pembelajar mendapatkan kesempatana berbahasa sebanyak mungkin, meningkatkan interaksi dengan penutur asli, dan meningkatkan motivasi belajar. Termasuk ke dalam katagori ini adalah cara bagaimana mengajukan pertanyaan, memberi penjelasan, gerakan bada, jarak badan dengan lawan bicara, dan sebagainya.
Subyantoro dkk. (2004) mengungkapkan jenis-jenis utama strategi belajar dilihat dari karakteristik belajar setiap individu yang terbagi atas:
1) strategi mengulang
strategi mengulang terdiri atas mengulang sederhana dan mengulang kompleks. Strategi mnegulang sederhana digunakan untuk sekedar membaca ulang materi tertentu dan hanya untuk menghafal saja. Contoh lain Strategi sederhana adalah menghafal nomor telepon, daftar bellanjaan, dan sebaginya. Memori yang sudah ada dalam pikiran dimunculkan kembali untuk kepentingan jangka pendek, seketika, dan sederhana.
Penyerpan bahan belajar yang lebih kompleks mmerlukan strategi mengulang kompleks. Menggarisbawahi ide-ide kunci, membuat catatan pinggir, dan menulis kembali inti informasi yang telah diterima merupakan bagian dari kegiatan mengulang kompleks.
2) strategi elaborasi
Beberapa bentuk strategi elaborasi adalah pembuatan catatan, analogi, dan PQ4R. PQ4R adalah singkatan dari Preview (membaca selintas dengan cepat), Question (bertanya), dan 4R singkatan dari read, reflect, recite dan review atau membaca, merefleksi, menanyakan pada diri sendiri dan mengulang secara menyeluruh. Strategi PQ4R merupaka strategi belajar elaborasi yang terbukti efektif dalam membantu peserta didik membaca informasi bacaan.
Strategi elaborasi adalah proses penambahan rincian sehingga informasi baru akan menjadi lebih bermakna. Dengan strategi elaborasi, pengkodean lebih mudah dilakukan dan lebih memberikan kepastian. Strategi elaborasi membantu pemindahan informasi baru dari memori di otak yang bersifat jangka pendek ke jangka panjang dengan menciptakan hubungan dan gabungan antar informasi baru dengan yang pernah ada
Pembuatan catan adalah straategi belajar yang menggabungkan antara informasi yang dimiliki sebelumnya dengan informasi baru yang diperoleh melalui proses mencatat. Dengan mencatat peserta didik dapat menuangkan ide-ide baru dariperpaduan kedua informasi itu. Sedangkan analogi merupakan carabelajar dengan perbandingan yang diibuat untuk menunjukkan persamaan antar ciri pokok benda atau ide. PQ4R adalah strategi yang digunakan untuk membantu peserta didik mengungat apa yang mereka baca.
3) strategi organisasi
Seperti halnya strategi elaborasi, srategi organisasi membantu pelaku belajar meningkatkan kebermaknaan bahan-bahan baru dengan struktur pengorganisasian baru. Strategi organisasi terdiri atas pengelompokkan ulang ide-ide atau istilah menjadi bagian yang paling kecil. Strategi tersebut juga berperan sebagai pengidentifikasi ide-ide atau fakta kunci dari sekumpulan informasi yang lebih besar. Bentuk srategi organisasi adalah outlining, yakni membuat garis besar. Peserta didik belajar menghubungkan berbagai macam topik atau ide-ide dengan beberapa ide utama. Mapping, yang lebih dikenal dengan pemetaan konsep, dalam beberapa hal lebih efektif dari pada outlining. Mnemonics, membentuk katagori khusus dan secara teknis dapat diklasifikasikan sebagai satu strategi, elaborasi atau organisasi. Mnemonics membantu pembentukan asosiasi, yang secara alamiah tidak ada yang membantu pengoragisasian informasi menjadi memori kerja. Strategi mnemonics teridiri atas pemotongan, akronim, dan kata berkait.
4) strategi metakognitif
Metakognitif berhubungan dengan berpikir peserta didik tentang berpikir mereka sendiri dan kemampuan menggunakan strategi belajar dengan tepat. Metakognisi memiliki dua komponen, yakni pengetauan tentang kognisi dan mekanisme pengendalian atau monitoring kognisi. Metakognisi mementingkan learning how to learn, yaitu belajar bagaimana belajar.
Strategi metakognitif merujuk pada teori pemrosesan-informasi yang menujukkan pelaksanaan fungsi, yaitu strategi yang melibatkan perencanaan pembelajaran, perenungan proses pembelajaran pada saat pelaksanaan fungsi berlangsung, memonitor pemahaman dan produk sendiri, dan mengevaluasi pembelajaran setelahmenyelesaikan suatu aktivitas.
Dengan kata lain yang termasuk dalam kelompok strategi metakognitif adalah advance organizer, perhatian yang diarahkan, perhatian terpilih, managemen diri sendiri, perencanaan fungsional, produksi ganda, dan evaluasi diri.
Strategi metakognitif berhubungan dengan proses berpikir peserta didik tentang berpikir mereka sendiri dan kemampuan menggunakan strategi belajar dengan tepat. Metakognitif memiliki dua komponen yaitu pengetahuan tentang kognisi dan dan mekanisme pengendalian atau monitoring kognisi. metakognitif merupakan istilah umum yang berarti berpikir tentang berpikir. Strategi ini membuat para peserta didik menyadari proses membaca dan memecahkan masalah. Mereka akan menjdai lebih menyadari ketrampilan yang diperlukan untuk situasi belajar tertentu.
Disamping dapat mengidentifikasi proses atau ketramppilan yang diperlukan untuk melakukan suatu tugas, para peserta didik harus dapat menentukan apakan mereka menggunakan ketrampilan tersebut secaraa benar. Strategi metakognitif ini adalah langkah yang dipakai untuk mempertimbangkan proses kognitif, seperti pemantauan diri sendiri, penilaian diri sendiri, dan pemantapan diri sendiri.

Label:

posted by admin @ 13.27  
0 Comments:
Poskan Komentar
<< ke depan
 
www.voa-islam.com
Previous Post
Archives
Links

© education Blogger Templates modified by blogger