Photobucket Photobucket 

javascript:void(0)
Share |
Photobucket Photobucket Photobucket
Buku Tamu
Pembelajaran Berorientasi Proyek
Selasa, 18 Juni 2013
Tujuan pendidikan tidak dapat dilepaskan dari tujuan adaptasi lingkungan terutama lingkungan dunia kerja. Para siswa perlu disiapkan kecakapan hidupnya (life skills)untuk memasuki dunia kerjanyang profesional. di sekolah atau di kelas siswa dapat belajar memadukan kepentingan belajar yang bersifat akademis dengan tujuan membantu masyarakat lingkungannya menghasilkan produk hasil belajar yang dapat berguna bagi siswa dan masyarakat. Siswa dapat belajar memenuhi kebutuhan masyarakat dan kebutuhan dunia kerja dan industri agar terjadi relevansi antara kegiatana pembelajaran di kelas dengan perkembangan lingkungan masyarakat pada umumnya. Pembelajaran berorientasi proyek dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Pembelajaran berorientasi proyek adalah suatustrategi pembelajaran yang memberdayakan siswa secara akademis untuk menghasilkan produk belajar yang bersentuhan dengan kebuthan masyarakat dan kebutuhan dunia industri. Iniadalah dalam rangka membangun karakter siswa yang bertanggungjawab dan partisipatif terhadap kepentingan masyarakatnya. Pembelajaran berorientasi proyek bukanlah pembelajaran keterampilan fisik semata untuk membuat proyek. Pembelajaran ini tetap bersifat akademis, karena itu sebelum siswa menghasilkan suatu produk sebagai proyek, siswa perlu belajar memahami latar kebutuhan proyek tersebut, menghasilkan menganalisis permasalahannya, menyusun alternatif pemecahan masalahnya, menetapkan proyek yang diusulkan, belajar berkolaborasi menghasilkan produk, berkolaborasi menyusun dan melaksanakan rencana aksi, dan melakukan refleksi pengalaman belajar. Pembelajaran berorientasi proyek dapa dikenali dari proyek memiliki empat dimensi karakteristik, yaitu isi, kondisi, aktivitas, dan hasil.
No
Dimensi
Karakteristik
1
Isi
Memuat gagasan yang orisinil dan terintegrasi:
1. Masalah kompleks, nyata, bersifat akademis
2. Pebelajar menemukan hubungan antar gagasan yang diajukan
3. Pebelajar berhadapan dengan masalah yang ill-definet
4. Pertanyaan cenderung mempersoalkan masalah dunia nyata
2
Kondisi
Mengutamakan otonomi pebelajar:
1. Melakukan inkuiri dalam konteks masyarakat
2. Pebelajar mampu mengelola waktu secara efektif dan efisien
3. Belajar penuh dengan kontrol diri
4. Menyimulasikan kerja secara profesional
3
Aktivitas
Melakukan investigasi kelompok secara kolaboratif
1. Pebelajar berinvestasi selama periode tertentu
2. Pebelajar melakukan pemecahan masalah yang kompleks
3. Pebelajar memformulasikan hubungan antar gagasan orisinilnya untuk mengkonstruksi keterampilan baru
4. Pebelajar menggunakan teknologi autentik dalam memecahkan masalah
5. Pebelajar melakukan umpan balik mengenai gagasan mereka berdasarkan respon ahli atau dari hasil asesmen
4
Hasil
Memuat gagasan yang orisinil dan terintegrasi:
1. Pebelajar menunjukkan produk nyata berdasarkan hasil investigasi mereka; model prototipe, alat teknologi, rekomendasi kebijakan, prosedur kerja, dll
2. Pebelajar melakukan evaluasi diri
3. Pebelajar merespon terhadap segala implikasi dari kompetensi yang dimilikinya
4. Pebelajar mendemonstrasikan kompetensi personal (tanggungjawab dan manajemen pribadi), sosial (menghargai orang lain, bekerja sama, komunikasi sosial, presentasi dll), intelektual (pemahaman konsep), akademis (pemecahan masalah, inkuiri, regulasi belajar), dan vokasional (membuat produk, menyusun kebijakan publik, menyusun dan melaksanakan rencana aksi dll)
Pembelajaran berorientasi proyek dapat diterapkan pada berbagai mata pelajaran. Sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, prosedur yang dikembangkan akan berbeda-beda sesuai pula dengan tingkat proyek yang dikerjakan. Namun demikian ada beberapa langkah kerja yang secara umum dapat digunakan bersama, yaitu sebagai berikut :
Sintaks/Langkah-langkah Utama Pembelajaran
Fase
Indikator
Aktivitas Siswa dan Guru
1
Menyampaikan tujuan pembelajaran dan mempersiapkn siswa
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, latar belakang, penting dan manfaat pelajaran, dan menyiapkan siswa untuk belajar
2
Menetapkan tema proyek
Siswa dibimbing gurubersama-sama memilih dan menetapkan tema proyek sesuai dengan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran. Beberapa kriteria penetapan proyek; (1) memuat gagasan umum dan orisinil, (2) menarik minat siswadan bermanfaat secara akademis, (3) relevan dengan tingkat perkembangan kemampuan siswa, (4) masalah spesifik dan operasional tetapi ill-defined, (5) memerlukan kajian lintas disiplin, (6) mencakup konsep yang luas secara akademis
3
Menetapkan konteks belajar
Siswa dibimbing guru memahami prinsip-prinsip dan karakteristik belajar yang akan dilakukan; (1) pertanyaan-pertanyaan proyek mempersoalkan masalah dunia nyata secara praktis, (2) menyiapkan otonomi pebelajar, (3) melakukan inkuiri dalam konteks masyarakat, (4) pebelajar harus mengelola waktu secara efektif dan efisien, (5) perlunya kontrol diri dalam proses belajar, (6) melakukan proses kerja secara profesional, (7) perlunya dukungan sarana belajar yag memadai dan partisipasi lingkungan masyarakat
4
Eksplorasi
Berkolaborasi mengidentifikasi dan merumuskan masalah/kebutuhan; (1) menggali informasi, (2) menganalisis kesenjangan kebutuhan, (3) mengnali luas ruang lingkup permasalahan, (4) membatasi permasalahan, (5) merumuskan masalah/kebutuhan
5
Elaborasi Tahap I
Berkolaborasi mengembangkan kerangka berpikir pemecahan masalah; (1) menggali dan menganalisisinformasi secara mendalam, (2) menyusun model kerangka berpikir, (3) menyusun alternatif pemecahan masalah/kebutuhan, (4) melakukan klarifikasi dan pertimbangan untuk menguji model teoritis
6
Elaborasi Tahap II
Berkolaborasi menyusun usulan proyek; (1) menggali dan menganalisis informasi, (2) menerjemahkan gagasan ke dalam bahasa proyek (menyususn rencana produk, rencana tindakan, rekomendasi kebijakan, (3) melakukan klaririfikasidan pertimbangan proyek untuk menguji gagasan praktis, (4) menetapkan usulan proyek
7
Elaborasi Tahap III
Berkolaborasi mempresentasikan rencana proyek, konfirmasi dan umpan balik untuk revisi, melaksanakan atau menjalankan proyek ( membuat produk dan pemanfaatnnya, melakukan tindakan, mengusulkan kebijakanpublik)
8
Konfirmasi
Siswa dengan dibimbing guru melakukan refleksi pengalaman belajar untuk melakukan evaluasi diri terhadap konteks belajar, prosedur belajar, strategi kognitif, dan standar hasil belajar
9
Penutup pembelajaran
Siswa dengan dibimbing guru menyimpulkan hasil belajar dan melakukan upaya tindak lanjut

Label:

posted by admin @ 21.58  
0 Comments:
Poskan Komentar
<< ke depan
 
www.voa-islam.com
Previous Post
Archives
Links

© education Blogger Templates modified by blogger